Cara Ekspor Ikan ke Luar Negeri Sesuai Prosedur
Ekspor ikan adalah salah satu kegiatan yang banyak dilakukan oleh para nelayan Indonesia. Sebab, sebagai negara maritim sudah tentu hasil kekayaan laut Indonesia sangatlah berlimpah sehingga permintaan dari Luar Negeri pun membludak. Akan tetapi, cara ekspor ikan ke Luar Negeri ini bukan merupakan suatu hal yang mudah. Ada beberapa prosedur dan langkah yang harus dilalui supaya ikan yang dikirim tersebut bisa sampai ke negara tujuan dalam kondisi yang layak konsumsi.
Langkah-Langkah Mengirim Ikan ke Luar Negeri
Karena melibatkan banyak negara dalam perdagangan internasional, kegiatan ekspor ikan yang dilakukan harus benar-benar taat terhadap prosedur yang ada. Untuk sampai pada semua prosedur tersebut, ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh para eksportir seperti halnya berikut ini.
1. Memiliki Sarana Tempat Pengolahan Ikan
_3.jpg)
Ketika Anda siap menjadi seorang eksportir ikan, maka secara otomatis Anda pun harus menyiapkan tempat pengolahan ikan yang luas dengan sarana dan prasarana yang memadai. Hal ini sangat penting karena setelah ikan ditangkap dari laut, selanjutnya ikan tersebut akan diolah sedemikian rupa sehingga tahan lama ketika pengiriman ke Luar Negeri dan kualitas ikan yang dihasilkan masuk dalam standar internasional pasar.
Di samping itu, saat proses pengiriman, ikan tersebut juga akan dilakukan tracing mulai dari asal-muasalnya dan tempat pengolahannya. Jika ternyata tempat pengolahan yang dimiliki oleh seorang eksportir tidak layak, maka hal tersebut akan bermasalah dan ikan pun tidak boleh dikirim ke Luar Negeri karena tidak lolos sortir.
2. Memiliki Sumber Daya Manusia dalam Pengolahan Ikan
Selain tempat pengolahan ikan, eksportir juga harus mempunyai SDM (Sumber Daya Manusia) sebagai tim pengolahan ikan yang mumpuni. SDM yang dimaksud adalah mereka yang memang benar-benar mengerti kualitas ikan ekspor. Di samping itu, diperlukan juga adanya SDM yang akan melakukan pengujian terhadap kandungan gizi ikan.
Oleh sebab itu, ketika merekrut pekerja pada perusahaan eksportir ikan, hal tersebut tidak boleh dilakukan secara sembarangan saja. Pastikan SDM yang dipilih memiliki ilmu tersendiri dalam hal perikanan, pengolahan ikan, dan juga pengemasan produk ekspor berstandar internasional.
3. Produk Ikan yang Dihasilkan Berstandar Internasional
Saat selesai ditangkap dari laut, ikan kemudian akan dilakukan penyortiran terlebih dahulu apakah kandungan yang ada di dalam ikan tersebut layak untuk diekspor atau tidak. Di samping itu, pada tahap ini juga akan dilakukan penyortiran terhadap ukuran dan massa ikan. Jika ikan dirasa memiliki ukuran yang terlalu besar atau tidak masuk dalam kriteria, maka ikan akan ditinggalkan dan tidak dimasukkan dalam proses pengolahan.
Saat dalam selesai proses pengolahan, ikan akan disortir kembali sebelum masuk ke dalam proses pengemasan. Hal ini dilakukan supaya kualitas ikan ekspor yang dihasilkan benar-benar bermutu sehingga bisa tahan lama dan dapat memenuhi standar yang ada.
4. Administrasi Ekspor dilakukan dengan Tertib
_.jpg)
Jangan Anda mengira bahwa mengekspor ikan ke Luar Negeri hanya persoalan pengolahan ikan yang berkualitas dan pengirimannya saja. Lebih dari itu, diperlukan administrasi yang jelas dan tertib saat proses ekspor ikan. Dalam praktiknya, administrasi tersebut jumlahnya sangat banyak dan juga bermacam-macam. Oleh sebab itu, setiap perusahaan eksportir ikan disarankan untuk memiliki tenaga administrasi tersendiri.
Jika administrasi pengeksporan ikan semrawut, maka kegiatan ekspor pun boleh dibilang tidak akan berjalan lancar karena akan ada banyak kendala. Di samping itu, setiap administrasi yang masuk maupun keluar harus disimpan dengan rapi dan didata dengan rinci supaya perusahaan tetap memiliki bukti dan juga jika sewaktu-waktu hal tersebut dibutuhkan, perusahaan masih memiliki arsipnya.
5. Perusahaan Ekspor Dilindungi Badan Hukum
Cara ekspor ikan ke Luar Negeri berikutnya adalah dengan bekerja sama dengan badan hukum terkait untuk melindungi izin operasional perusahaan eksportir ikan. Badan hukum yang dimaksud untuk melindungi perusahaan Anda yakni meliputi PT (Perseroan Terbatas), CV (Commanditaire Vennootschap), UD (Usaha Dagang), dan juga koperasi. Jadi pastikan bahwa perusahaan yang Anda miliki termasuk dalam salah satu jenis perusahaan tersebut.
Selain jenis perusahaan, eksportir bisa melakukan ekspor ikan ke Luar Negeri minimal 2 tahun setelah perusahaan mereka terdaftar secara resmi di bawah naungan badan lindungan hukum. Tujuan dari hall ini adalah agar pihak pembeli sepenuhnya percaya dengan perusahaan dan juga ikan yang diekspor dari Indonesia tersebut.
6. Tertib Membayar Pajak Perusahaan
Pajak perusahaan Anda juga harus dibayar dengan tertib setiap tahunnya. Sebab, salah satu indikator diloloskannya perusahaan ekspor untuk bisa mengirimkan ikan adalah ketertiban pembayaran pajak mereka. Jika ternyata perusahaan ekspor ikan ada yang tidak tertib dalam pembayaran pajak, hal tersebut akan secara otomatis tertolak dan tidak diperbolehkan melakukan ekspor hingga beberapa waktu atau sampai perusahaan tersebut melunasi semua pajak yang terutang.
Oleh karena itu, usahakan melakukan pembayaran pajak dengan tepat waktu. Di samping itu, laporkan juga SPT tahunan badan usaha yang Anda miliki ke kantor pajak secara tertib. Dokumen-dokumen pajak yang dimiliki juga harus disimpan dengan rapi karena biasanya hal itu akan ditanyakan ketika seorang eksportir akan melakukan pengiriman ikan.
7. Memiliki Izin dari Pemerintah
_.jpg)
Setiap perusahaan eksportir ikan wajib hukumnya untuk memiliki izin operasional dari pemerintah dan sudah terdaftar secara resmi di Kantor Bea Cukai. Ketika perusahaan tersebut tidak terdaftar di kantor Bea Cukai, maka tidak bisa melakukan ekspor barang ke Luar Negeri. Hal ini sangat penting, tetapi masih banyak eksportir yang ceroboh sehingga mereka gagal mengirim barang ke negara tujuannya.
Proses pendaftaran di kantor Bea dan Cukai tersebut juga tidak bisa mendadak. Paling singkat biasanya selama 7 hari sebelum proses pengiriman barang. Oleh sebab itu, pastikan bahwa perusahaan telah didaftarkan secara resmi sebelum operasionalnya dimulai dan Anda siap untuk mengirim barang ke Luar Negeri.
8. Memiliki Dokumen Ekspor Ikan yang Lengkap
Tanpa disertai dokumen yang lengkap, ikan yang sudah dikemas dan siap dikirimkan ke berbagai negara pastinya akan dicekal oleh pihak bandara sebelum proses penerbangan. Dokumen tersebut ragamnya sangat banyak, tetapi harus terpenuhi semuanya supaya proses ekspor lancar. Siapkanlah dokumen dengan sedetail mungkin dan periksalah kembali sebelum ikan dikirim.
Adapun, jenis dokumen yang wajib untuk dipersiapkan saat proses pengeksporan ikan yakni sebagai berikut ini:
- Sertifikat produk ikan yang dikirim.
- Surat Kelayakan Pengelolaan.
- Surat Kelayakan Pengelolaan.
- Dokumen list dan spesifikasi produk.
Itulah beberapa cara ekspor ikan ke Luar negeri yang harus diperhatikan oleh para eksportir. Agar ikan bisa sampai negara tujuan dengan tepat waktu dan selamat, Anda sebagai eksportir juga diharuskan bekerjasama dengan jasa undername ekspor ikan yang terpercaya dan telah mempunyai track record yang baik sehingga tidak takut akan terkena penipuan yang selama ini sudah banyak terjadi.